Semua serasa menjauh ketika kita terlalu ingin mendapatkannya, semakin di kejar semakin mereka berlari. Seperti itu gambaran ketika aku ingin memulai bergabung ke kelompok halaqoh lagi. Dari awal bekerja di kapal baru per bulan april 2105, upaya untuk kembali ke pelukan dakwah seakan hal yang sangat susah, serasa menunggu hujan di sahara. Mulai dari php kader, tidak ada respon dari sahabat terpercaya sampai pada nekat mencari sendiri. Tetap susah, tetap nihil, sampai punya niatan ingin benar benar pergi dari jamaah ini. Kemudian tiba lah pada suatu titik pasrah, di mana "wislah sekarepe, ngaji ora ngaji tulih bisa urip"
Tetiba, ketua dpd menghubungi via whatsap untuk datang ke kantor. Tapi Allah percepat lagi, yang seharusnya di jadwalkan jam 4 sore dan jaraknya jauh menjadi jam setengah 4 dan dekat dengan kost.
Kaget dan terperangah melihat kondisi rumah sang mas'ul dakwah tertinggi di kab tegal. Sederhana dan ga ada yang istimewa kecuali penghuni nya. Sosoknya yang berwajah teduh, berwibawa dan terlihat sangat soleh. Bicaranya bernada berat dan lembut di dengar, berisi dan jauh dari kesombongan. Sempurna, tak salah pilihlah kader se tegal mengamanahkan posisi ini kepada beliau.
Setelah ngobrol panjang lebar akhirnya aku pun di terima bergabung kembali ke jalan dakwah, insya Allah sore ini bertemu murrabi baru dan kawah seliqoan baru. Semoga kesempatan ini bisa kumanfaatkan dengan baik dan bisa menjadi kan diri lebih baik. Aamiin